Pengikut

Rabu, 19 November 2014

OCEAN WAVE ENERGY




Ocean Wave Energy
Secara umum, potensi energi samudra yang dapat menghasilkan listrik dapat dibagi kedalam 3 jenis potensi energi yaitu energi pasang surut, energi gelombang laut (wave energy) dan energi panas laut (ocean thermal energy). Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut. Energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya. Sedangkan energi panas laut memanfaatkan perbedaan temperatur air laut di permukaan dan di kedalaman. Meskipun pemanfaatan energi jenis ini di Indonesia masih memerlukan berbagai penelitian mendalam, tetapi secara sederhana dapat dilihat bahwa probabilitas menemukan dan memanfaatkan potensi energi gelombang laut.
Video yang telah saya amati tentang OCEAN WAVE ENERGY ( energi gelombang laut ) lebih menggunakan tenaga dari pada gelombang laut untuk dapat  menggerakkan piston dan sistem racks . Sistem dalam pembangkit listrik memanfaatkan energi gelombang laut menggunakan sistem pergerakan piston dari gelombang laut. Dimana sistem tersebut memiliki dua perangkat, yaitu :
1)      Perangkat tetap
2)      Perangkat bergerak

Perangkat tetap memiliki 6 bagian dengan menggunakan pergerakan piston
1) F1 – piston pump: untuk dapat menggerakkan piston tersebut, dalam video menampilkan float (pelampung) dan pelampung tersebut memanfaatkan energi gelombang laut, untuk dapat menggerakkan piston yang berada didalam perangkat tetap. Dimana perangkat tetap memiliki 2 selinder, selinder pertama untuk pergerakan piston, selinder kedua untuk sirkulasi udara/ air. Dan perangkat tetap memiliki saluran  
2) F2- piston pump : piston pump yang kedua ini memiliki dua buah piston vertikal dimana kedua piston ini memiliki satu penyangga, dan penyangga tersebut digerakkan oleh float ( pelampung ) yang memanfaatkan energi ombak atau arus laut.
3) F3 – piston pump : piston pump yang ketiga ini memiliki dua buah piston vertikal juga, dimana kedua piston ini digerakkan dengan menggunakan gear dan rantai yang dikaitkan pada bidang bawah piston, berbeda dengan piston pump yang kedua, piston pump yang ketiga tidak memiliki penyangga pada kedua piston pump. Tetapi piston pump yang ketiga ini menggunakan gear dan rantai sebagai penggerak / penghubung kedua piston didalam selinder.
4) F4 – piston pump : piston pump yang keempat ini juga memiliki dua buah piston, tetapi kedua piston tersebut menggunakan tangkai piston yang berlawanan arah, piston yang pertama memiliki tangkai piston arah vertikal atas ( vertikal + ) sedangkan piston yang kedua memiliki arah vertikal ke bawah ( vertikal - ) dan kedua tangkai piston yang berlawanan arah tersebut, kemudian dihubungkan dengan sebuah rangka ( frame ) pada perangkat tetap. Kemudian rangka ( frame ) tersebut dihubungkan ke float ( pelampung ) agar bisa menggerakkan kedua piston tersebut dari pemanfaatan energi gelombang laut.
5) F5 – piston pump : piston pump kelima hampir sama dengan F1 piston pump dimana piston yang digunakan hanya satu buah piston saja, tetapi memiliki 3 lubang selinder pada perangkat tetap, piston tersebut berada pada lubang selinder ke dua, agar dapat memanfaatkan udara ekspansi ke lubang selinder 1 dan 3.
6) F6 – piston pump : piston pump keenam juga hampir sama dengan F1 piston pump dan F5 piston pump karena hanya memiliki satu buah piston saja, tetapi memiliki sistem intake yang berbeda atau sistem aliran udara masuk yang berbeda, piston pump yang keenam ini memiliki hanya satu saluran udara masuk yaitu left intake, dimana didalam perangkat tetap sama juga dengan perangkat tetap F1 piston pump yang memiliki dua tabung selinder tempat udara bersikulasi. Dengan outlet yang bergerak secara bergantian ketika udara di kompresikan, karena berbeda dengan sistem piston pump lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar