Ocean Wave Energy
Secara umum, potensi energi
samudra yang dapat menghasilkan listrik dapat dibagi kedalam 3 jenis potensi energi
yaitu energi pasang surut, energi gelombang laut (wave energy) dan energi panas
laut (ocean thermal energy). Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan
dari pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut. Energi gelombang laut
adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan
sebaliknya. Sedangkan energi panas laut memanfaatkan perbedaan temperatur air
laut di permukaan dan di kedalaman. Meskipun pemanfaatan energi jenis ini di
Indonesia masih memerlukan berbagai penelitian mendalam, tetapi secara
sederhana dapat dilihat bahwa probabilitas menemukan dan memanfaatkan potensi
energi gelombang laut.
Video yang telah saya amati
tentang OCEAN WAVE ENERGY ( energi gelombang laut ) lebih menggunakan tenaga
dari pada gelombang laut untuk dapat
menggerakkan piston dan sistem racks . Sistem dalam pembangkit listrik
memanfaatkan energi gelombang laut menggunakan sistem pergerakan piston dari
gelombang laut. Dimana sistem tersebut memiliki dua perangkat, yaitu :
1)
Perangkat tetap
2)
Perangkat bergerak
Perangkat tetap memiliki 6 bagian
dengan menggunakan pergerakan piston
1) F1 – piston pump: untuk dapat
menggerakkan piston tersebut, dalam video menampilkan float (pelampung) dan
pelampung tersebut memanfaatkan energi gelombang laut, untuk dapat menggerakkan
piston yang berada didalam perangkat tetap. Dimana perangkat tetap memiliki 2
selinder, selinder pertama untuk pergerakan piston, selinder kedua untuk
sirkulasi udara/ air. Dan perangkat tetap memiliki saluran
2) F2- piston pump : piston pump
yang kedua ini memiliki dua buah piston vertikal dimana kedua piston ini
memiliki satu penyangga, dan penyangga tersebut digerakkan oleh float (
pelampung ) yang memanfaatkan energi ombak atau arus laut.
3) F3 – piston pump : piston pump
yang ketiga ini memiliki dua buah piston vertikal juga, dimana kedua piston ini
digerakkan dengan menggunakan gear dan rantai yang dikaitkan pada bidang bawah
piston, berbeda dengan piston pump yang kedua, piston pump yang ketiga tidak
memiliki penyangga pada kedua piston pump. Tetapi piston pump yang ketiga ini
menggunakan gear dan rantai sebagai penggerak / penghubung kedua piston didalam
selinder.
4) F4 – piston pump : piston pump
yang keempat ini juga memiliki dua buah piston, tetapi kedua piston tersebut
menggunakan tangkai piston yang berlawanan arah, piston yang pertama memiliki
tangkai piston arah vertikal atas ( vertikal + ) sedangkan piston yang kedua memiliki
arah vertikal ke bawah ( vertikal - ) dan kedua tangkai piston yang berlawanan
arah tersebut, kemudian dihubungkan dengan sebuah rangka ( frame ) pada
perangkat tetap. Kemudian rangka ( frame ) tersebut dihubungkan ke float (
pelampung ) agar bisa menggerakkan kedua piston tersebut dari pemanfaatan energi
gelombang laut.
5) F5 – piston pump : piston pump
kelima hampir sama dengan F1 piston pump dimana piston yang digunakan hanya satu
buah piston saja, tetapi memiliki 3 lubang selinder pada perangkat tetap,
piston tersebut berada pada lubang selinder ke dua, agar dapat memanfaatkan udara
ekspansi ke lubang selinder 1 dan 3.
6) F6 – piston pump : piston pump
keenam juga hampir sama dengan F1 piston pump dan F5 piston pump karena hanya
memiliki satu buah piston saja, tetapi memiliki sistem intake yang berbeda atau
sistem aliran udara masuk yang berbeda, piston pump yang keenam ini memiliki
hanya satu saluran udara masuk yaitu left intake, dimana didalam perangkat
tetap sama juga dengan perangkat tetap F1 piston pump yang memiliki dua tabung
selinder tempat udara bersikulasi. Dengan outlet yang bergerak secara
bergantian ketika udara di kompresikan, karena berbeda dengan sistem piston
pump lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar